Laporan
Praktikum Fisologi Hewan
Kultur
Jaringan dan Siklus Makan Paramecium sp
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah “Fisiologi Hewan” yang diampu oleh
Siti Nurkamilah, S.Pd.
Kelompok
5
anggota
:
·
Tania Noerjanah
·
Garnis Putri
Lestari
·
Eki Maulana
·
Raisha Herliana
Sofia
·
Rina Nurhalimah
·
Meilda Hendri
Astika
·
Regia Mauldya Jayanti
Regia Mauldya Jayanti
Jurusan Pendidikan Biologi
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Garut 2013
A. Tujuan
·
Untuk mengetahui bentuk paramecium
·
Untuk mengetahui bagaimana terjadinya siklus
makanan pada Paramecium
·
Untuk mengetahui arah pergerakan vakuola pada
paramecium
B. Alat dan Bahan
1. Alat :
·
Gelas Kimia
·
Pipet tetes
·
Cover glass
·
Objek glass
·
Kapas
·
tissue
·
Termometer
·
Mikroskop
·
Khalk kaki tiga
·
Kasa abses
·
Pembakar spirtus
2. Bahan
·
Jerami padi
·
Air rendaman jerami
·
Air sawah
·
Ragi
·
Aquades
·
10 preparat paramecium
sp
C. Hasil Pengamatan
Praktikum
ini dilakukan sebanyak dua kali. Yang pertama kultur didapatkan dari rendaman
jerami dengan menggunakan air sawah sehingga kita dapat meneliti paramecium
yang terdapat didalamnya dengan menggunakan mikroskop pada 10 preparat.
Praktikum yang selanjutnya paramecium yang telah diamati dmasukan ke
dalam air rendaman jerami yang telah dipanaskan dan ditemukan Paramecium yang
berbentuk Sandal yang memiliki rambut getar yaitu sebagai berikut :

Pada
percobaan yang selanjutnya yaitu ketika pengamatan dilakukan pada air rendaman
jerami yang telah dipanaskan dan disimpan selama 4 hari dengan ditambahkannya
cairan ragi yang telah diberi warna merah sehingga dapat memudahkan
peneliti mengetahui paramecium tersebut ketika
mengalami siklus makan. Sedangkan cara menangkap makanan pada paramecium yaitu
menggetarkan rambut (silianya) maka terjadi aliran air keluar masuk mulut sel.
Saat itulah bersamaan dengan masuknya
bahan organic atau hewan uniseluler.
Pada
hasil pengamatan arah vakuola pada paramecium dimulai dengan makanan masuk ke dalam sel melalui
“rongga mulut” (oral groove), lalu masuk ke dalam sitostoma. Kemudian makanan
akan didorong masuk ke dalam sitofaring dengan bantuan gerakan silia dan
dorongan air yang masuk. Ketika makanan mencapai bagian dasar sitofaring,
vakuola makanan akan dibentuk.
Pencernaan makanan di dalam vakuola makanan terjadi pada
saat vakuola makanan bergerak di dalam sitoplasma, yang disebut dengan gerak
siklosis. Enzim pencernaan yang terlibat adalah protease, karbohidrase, dan
esterase yang disekresikan oleh lisosom ke dalam vakuola makanan. Vakuola
makanan yang bergerak secara siklosis akan mengecil ukurannya secara bertahap
karena proses digesti dan absorpsi. Vakuola bergerak secara
siklosis berlawanan arah jarum jam. Defekasi belum teramati karena specimen
masih melakukan proses pencernaan.
D. Kesimpulan
Vakuola makanan akan terbentuk ketika ragi yang berfungsi
sebagai makanan masuk melalui celah mulut. Vakuola makanan akan bergerak
berlawanan arah jarum jam dalam proses pencernaannya dapat diamati melalui
pengamatan di mikroskop. Terdapat perubahan pH, dari pH asam menjadi pH basa.
Hal ini ditandai dengan adanya perubahan warna yang awalnya berwarna merah
menjadi biru kehijauan.