Kamis, 31 Oktober 2013

laporan praktikum fisiologi hewan (paramecium)

Laporan Praktikum Fisologi Hewan
Kultur Jaringan dan Siklus Makan Paramecium sp
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah “Fisiologi Hewan” yang diampu oleh Siti Nurkamilah, S.Pd.
Kelompok 5
anggota :
·        Tania Noerjanah
·        Garnis Putri Lestari
·        Eki Maulana
·        Raisha Herliana Sofia
·        Rina Nurhalimah
·        Meilda Hendri Astika
·        Description: D:\Logo\logo stkip.jpgRegia Mauldya Jayanti





                         

                                               Jurusan Pendidikan Biologi
                                  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
                                                            Garut 2013
A. Tujuan
·         Untuk mengetahui bentuk paramecium
·         Untuk mengetahui bagaimana terjadinya siklus makanan pada Paramecium
·         Untuk mengetahui arah pergerakan vakuola pada paramecium 
B. Alat dan Bahan
1. Alat :
·         Gelas Kimia
·         Pipet tetes
·         Cover glass
·         Objek glass
·         Kapas
·         tissue
·         Termometer
·         Mikroskop
·         Khalk kaki tiga
·         Kasa abses
·         Pembakar spirtus
2. Bahan
·         Jerami padi
·         Air rendaman jerami
·         Air sawah
·         Ragi
·         Aquades
·         10 preparat paramecium sp

C. Hasil Pengamatan
            Praktikum ini dilakukan sebanyak dua kali. Yang pertama kultur didapatkan dari rendaman jerami dengan menggunakan air sawah sehingga kita dapat meneliti paramecium yang terdapat didalamnya dengan menggunakan mikroskop pada 10 preparat.
Praktikum yang selanjutnya  paramecium yang telah diamati dmasukan ke dalam air rendaman jerami yang telah dipanaskan dan ditemukan Paramecium yang berbentuk Sandal yang memiliki rambut getar yaitu sebagai berikut :
            Pada percobaan yang selanjutnya yaitu ketika pengamatan dilakukan pada air rendaman jerami yang telah dipanaskan dan disimpan selama 4 hari dengan ditambahkannya cairan ragi yang telah diberi warna merah sehingga dapat memudahkan peneliti  mengetahui paramecium tersebut ketika mengalami siklus makan. Sedangkan cara menangkap makanan pada paramecium yaitu menggetarkan rambut (silianya) maka terjadi aliran air keluar masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan  dengan masuknya bahan organic atau hewan uniseluler.
                Pada hasil pengamatan arah vakuola pada paramecium dimulai dengan makanan masuk ke dalam sel melalui “rongga mulut” (oral groove), lalu masuk ke dalam sitostoma. Kemudian makanan akan didorong masuk ke dalam sitofaring dengan bantuan gerakan silia dan dorongan air yang masuk. Ketika makanan mencapai bagian dasar sitofaring, vakuola makanan akan dibentuk.
Pencernaan makanan di dalam vakuola makanan terjadi pada saat vakuola makanan bergerak di dalam sitoplasma, yang disebut dengan gerak siklosis. Enzim pencernaan yang terlibat adalah protease, karbohidrase, dan esterase yang disekresikan oleh lisosom ke dalam vakuola makanan. Vakuola makanan yang bergerak secara siklosis akan mengecil ukurannya secara bertahap karena proses digesti dan absorpsi. Vakuola bergerak secara siklosis berlawanan arah jarum jam. Defekasi belum teramati karena specimen masih melakukan proses pencernaan.


D. Kesimpulan
            Vakuola makanan akan terbentuk ketika ragi yang berfungsi sebagai makanan masuk melalui celah mulut. Vakuola makanan akan bergerak berlawanan arah jarum jam dalam proses pencernaannya dapat diamati melalui pengamatan di mikroskop. Terdapat perubahan pH, dari pH asam menjadi pH basa. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan warna yang awalnya berwarna merah menjadi biru kehijauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar